Sneijder Bersedia Gabung Milan?
ISTANBUL – Mantan playmaker Inter Milan yang kini membela Galatasaray, Wesley Sneijder, dikabarkan tak keberatan meninggalkan Istanbul dalam waktu dekat dan bergabung dengan AC Milan.
Jika berbicara tentang waktu dekat, maka jendela transfer musim dingin pada Januari tahun depan menjadi targetnya. Saat ini pemain berusia 30 tahun itu masih berseragam Galatasaray, setelah bergabung pada Januari 2013 dengan kontrak tiga setengah musim.
Sebelumnya, pada 17 November 2014, media Italia Correire dello Sports menyatakan Rossoneri tengah mempertimbangkan untuk memakai jasa Sneijder. Apalagi saat ini Milan membutuhkan seorang pemain kreatif di lini kedua mereka.
Gayung pun bersambut, kini menurut Sport Mediaset, Kamis (27/11/2014), Gelandang internasional Belanda itu ingin kembali merumput di Italia dan berniat mengulangi prestasinya di kota fasyen. Namun tujuannya kali ini ialah merapat ke klub rival Inter, yaitu Milan.
Hubungan tak harmonis bersama pelatih Galatasaray saat ini, Cesare Prandelli disebut menjadi alasan Sneijder mempertimbangkan angkat kaki. Selain itu, klub raksasa Turki ingin mengurangi pengeluaran kas dengan melepas Sneijder yang memiliki gaji mencapai enam juta euro per musim.
Sejak bergabung pada musim dingin 2014, pemain bernomor punggung 10 itu telah bermain dalam 72 kesempatan bersama Galatasaray di seluruh kompetisi, dengan torehan 24 gol dan 11 assist.
Masalahnya, saat ini Diavolo Rosso juga tengah mengencangkan ikatan tali pinggang dengan melakukan penghematan dalam membayar gaji pemain. Saat ini pemain bergaji termahal di San Siro dimiliki oleh Fernando Torres dan Philippe Mexes dengan empat juta euro.
Maka dari itu, sebelum membubuhkan tanda tangan kontrak bersama Milan, Sneijder terlebih dahulu harus rela penghasilannya dipotong hingga 25 persen dari pendapatan saat ini.
ISTANBUL – Mantan playmaker Inter Milan yang kini membela Galatasaray, Wesley Sneijder, dikabarkan tak keberatan meninggalkan Istanbul dalam waktu dekat dan bergabung dengan AC Milan.
Jika berbicara tentang waktu dekat, maka jendela transfer musim dingin pada Januari tahun depan menjadi targetnya. Saat ini pemain berusia 30 tahun itu masih berseragam Galatasaray, setelah bergabung pada Januari 2013 dengan kontrak tiga setengah musim.
Sebelumnya, pada 17 November 2014, media Italia Correire dello Sports menyatakan Rossoneri tengah mempertimbangkan untuk memakai jasa Sneijder. Apalagi saat ini Milan membutuhkan seorang pemain kreatif di lini kedua mereka.
Gayung pun bersambut, kini menurut Sport Mediaset, Kamis (27/11/2014), Gelandang internasional Belanda itu ingin kembali merumput di Italia dan berniat mengulangi prestasinya di kota fasyen. Namun tujuannya kali ini ialah merapat ke klub rival Inter, yaitu Milan.
Hubungan tak harmonis bersama pelatih Galatasaray saat ini, Cesare Prandelli disebut menjadi alasan Sneijder mempertimbangkan angkat kaki. Selain itu, klub raksasa Turki ingin mengurangi pengeluaran kas dengan melepas Sneijder yang memiliki gaji mencapai enam juta euro per musim.
Sejak bergabung pada musim dingin 2014, pemain bernomor punggung 10 itu telah bermain dalam 72 kesempatan bersama Galatasaray di seluruh kompetisi, dengan torehan 24 gol dan 11 assist.
Masalahnya, saat ini Diavolo Rosso juga tengah mengencangkan ikatan tali pinggang dengan melakukan penghematan dalam membayar gaji pemain. Saat ini pemain bergaji termahal di San Siro dimiliki oleh Fernando Torres dan Philippe Mexes dengan empat juta euro.
Maka dari itu, sebelum membubuhkan tanda tangan kontrak bersama Milan, Sneijder terlebih dahulu harus rela penghasilannya dipotong hingga 25 persen dari pendapatan saat ini.

![Foto: Ancelotti Buka Peluang Balik Ke AC Milan
Carlo Ancelotti membuka peluang kembali ke AC Milan setelah menyebut I Rossoneri merupakan satu-satunya tim yang akan dia latih jika pulang ke Italia.
Pria 55 tahun menikmati kariernya sebagai pemain Milan selama lima tahun lalu kembali ke bench Setan Merah selama delapan tahun setelah pensiun, sebelum melanjutkan petualangannya ke luar negeri pada 2009.
“Jika cepat atau lambat saya kembali ke Italia, itu hanya untuk Milan. Untuk melatih mereka,” tutur Ancelotti kepada La Repubblica.
Dalam kesempatan yang sama, pelatih yang kini menukangi Real Madrid mengomentari beberapa mantan pemainnya yang kini mengikuti jejak dia, yakni Filippo Inzaghi, Gennaro Gattuso dan Clarence Seedorf.
“Saya tidak pernah berpikir Inzaghi, Gattuso dan Seedorf akan menjadi pelatih. Jika mereka mengambil sesuatu dari saya dan jika mereka menjadi pelatih penting, saya akan senang,” imbuhnya.
“Apakah Seedorf membuang kesempatannya? Datang di pertengahan musim adalah hal tersulit. Saya pernah merasakannya di Juventus dan PSG.
“Clarence berusaha memengaruhi lingkungan yang sedang kesulitan untuk menerima perubahan. Untuk dia dan yang lainnya, saya mendoakan insting saya untuk pilihan mereka.
“Apakah saya akan melatih Italia? [Antonio] Conte sangat bagus. Italia ke final Piala Dunia setiap 12 tahun dan memenangkannya setiap 24 tahun sekali. Saya mendaftar untuk 2030 - saya akan berusia 71, saya bisa melakukannya,” canda Ancelotti.
#PC19](https://scontent-a-sin.xx.fbcdn.net/hphotos-xap1/v/t1.0-9/q81/p526x296/10659246_1517681331813176_984316367487752859_n.jpg?oh=c87d3405bafdb660a1ce49b74a1961a9&oe=55058EC8)


![Foto: Adriano Galliani Ingin Gabungkan Duo Milan
Bayangkan Jika AC Milan dan Internazionale memadukan kekuatan untuk berduel dengan tim gabungan kota Madrid atau Manchester?
Well, ide untuk membentuk best XI berisikan kombinasi pemain dari dua klub sesama penghuni San Siro itu dicetuskan oleh wakil presiden Rossoneri, Adriano Galliani. Pria plontos itu beranggapan kedua kubu patut mencoba kerja sama di lapangan ini untuk diterapkan dalam laga-laga uji coba pramusim.
"Bayangkan membentuk skuat 'rossonerazzurra' untuk menantang representatif dari semua kota lain yang memiliki derby," ujarnya kepada La Gazzetta dello Sport jelang partai Derby della Madonnina di Serie A akhir pekan ini.
"Katakanlah Milan melawan Madrid. Meskipun mungkin perpaduan Real-Atletico untuk saat ini harus dihindari [karena kekuatan kedua tim]."
"Namun, apabila Anda ini menyajikan tontonan di lapangan? Mungkin Barcelona? Meskipun barangkali Espanyol beberapa tingkat di bawah Barca saat ini."
"Tetapi, di Inggris, saya senang memikirkan United dan City yang bergabung bersama untuk menciptakan satu skuat Manchester."
"Itu juga akan sangat sulit dalam kasus ini, tapi untuk kami orang-orang Milan..."
Gagasan Galliani sendiri sejatinya bukan hal baru karena sebelumnya Milan dan Inter pernah menyatukan tim. Best XI mereka bertanding menghadapi DPC Prag sehari setelah Derby Milan pertama sepanjang sejarah, yang digelar pada 19 September 1926
Adapun terakhir kali kedua tim menurunkan tim gabungan adalah pada 17 Desember 1980, saat mereka dikalahkan Bayern Munich 2-1 dalam partai uji coba untuk menggalang dana bagi korban gempa bumi di kawasan Irpinia, Italia.
#PC19](https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xap1/v/t1.0-9/p526x296/10704084_1515646735349969_964976153508231990_n.jpg?oh=4e7b0570526a6d017f3b0bd4e2b7e9c7&oe=54DBB964&__gda__=1428125242_22f424e076b16733e0471dcfb68f5697)

